Sabtu, 23 Juli 2011

kasus pelanggaran ham


v  KASUS PELANGGARAN HAM DI INDONESIA
*      Insiden Alastlogo
Insiden Alastlogo adalah peristiwa penembakan oleh Marinir TNI AL terhadap warga petani pada tanggal 30 Mei 2007 di Desa Alastlogo, Kecamatan LekokKabupaten PasuruanJawa Timur. Peristiwa ini dipicu sengketa tanah seluas 539 hektare.
Warga Alastlogo merupakan salah satu pihak yang memperebutkan tanah seluas 539 hektare di 11 desa di dua kecamatan, Kecamatan Lekok dan Grati yang juga diklaim PT Rajawali Nusantara.
*      Tragedi Semanggi
Tragedi Semanggi menunjuk kepada dua kejadian protes masyarakat terhadap pelaksanaan dan agenda Sidang Istimewa yang mengakibatkan tewasnya warga sipil. Kejadian pertama dikenal dengan Tragedi Semanggi I terjadi pada 11-13 November 1998, masa pemerintah transisi Indonesia, yang menyebabkan tewasnya 17 warga sipil. Kejadian kedua dikenal dengan Tragedi Semanggi II terjadi pada 24 September 1999 yang menyebabkan tewasnya seorang mahasiswa dan sebelas orang lainnya di seluruh jakarta serta menyebabkan 217 korban luka – luka
*      Tragedi trisakti
Tragedi Trisakti adalah peristiwa penembakan, pada 12 Mei 1998, terhadap mahasiswa pada saat demonstrasi menuntut Soeharto turun dari jabatannya. Kejadian ini menewaskan empat mahasiswa Universitas Trisakti di Jakarta, Indonesia serta puluhan lainnya luka.Mereka yang tewas adalah Elang Mulia Lesmana, Heri Hertanto, Hafidin Royan, dan Hendriawan Sie. Mereka tewas tertembak di dalam kampus, terkena peluru tajam di tempat-tempat vital seperti kepala, leher, dan dada
*      Peristiwa Gejayan
Peristiwa Gejayan dikenal juga dengan sebutan Tragedi Yogyakarta, adalah peristiwa bentrokan berdarah pada Jumat 8 Mei 1998 di daerah Gejayan, Yogyakarta, dalam demonstrasi menuntut reformasi dan turunnya Presiden Soeharto. Bentrokan ini berlangsung hingga malam hari. Kekerasan aparat menyebabkan ratusan korban luka, dan satu orang, Moses Gatutkaca, meninggal dunia
*      Peristiwa 27 Juli
Peristiwa 27 Juli 1996 adalah peristiwa pengambilalihan secara paksa kantor DPP Partai Demokrasi Indonesia (PDI) di Jl Diponegoro 58 Jakarta Pusat yang saat itu dikuasai pendukung Megawati Soekarnoputri. Penyerbuan dilakukan oleh massa pendukung Soerjadi (Ketua Umum versi Kongres PDI di Medan) serta dibantu oleh aparat dari kepolisian dan TNI.Peristiwa ini meluas menjadi kerusuhan di beberapa wilayah di Jakarta, khususnya di kawasan Jalan Diponegoro, Salemba, Kramat. Beberapa kendaraan dan gedung terbakar.Pemerintah saat itu menuduh aktivis PRD sebagai penggerak kerusuhan. Pemerintah Orde Baru kemudian memburu dan menjebloskan para aktivis PRD ke penjara. Budiman Sudjatmiko mendapat hukuman terberat, yakni 13 tahun penjara






*       PERISTIWA MARSINAH
Marsinah (lahir 10 April 1969 – meninggal 8 Mei 1993 pada umur 24 tahun) adalah seorang aktivis dan buruh pabrik PT. Catur Putra Surya (CPS) Porong, Sidoarjo, Jawa Timur yang diculik dan kemudian ditemukan terbunuh pada 8 Mei 1993 setelah menghilang selama tiga hari. Mayatnya ditemukan di hutan di Dusun Jegong Kecamatan Wilangan,, Nganjuk, dengan tanda-tanda bekas penyiksaan berat

*       Kasus Prita
Kasus yang menimpah Prita Mulyasari cukup menarik.Sebetulnya
bukan termasuk besar, tetapi rupanya ada konspirasi yang membesar-besarkan. Kasus ini bermula dari kejadian ” Curhat ” dan bersifat pribadi dari korban ( pasien ) di RS Omni Internasional atas dampak pengobatan yang mengakibatkan korban mengalami luka tambahan dari luka lama. Curhat tersebut dia ungkapkan kepada sahabatnya via email. Artinya si Prita dapat disebut sebagai pihak ” Konsumen ” dari penyedia jasa layanan usaha RS Omni tersebut. Sebagai konsumen Prita punya hak menyampaikan unek-unek ketidakpuasannya terhadap pelayanan penyedia jasa dan itupun dilindungi Undang – Undang nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Penegakan hukum terhadap Prita jelas-jelas melanggar HAM, Polres dan Kajari Tangerang dapat dituntut balik beserta Rumah sakitnya, demi nama baik dan kerugian yang diderita ibu 2 orang anak Balita ini.
*       Kasus Nenek Minah
Kasus nenek Minah asal Banyumas yang divonis 1,5 bulan kurungan dengan masa percobaan 3 bulan akibat mencuri tiga buah kakao membuat Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar prihatin. Para penegak hukum harusnya mempunyai prinsip kemanusiaan, buka cuma menjalankan hukum secara positifistik.
Ironi hukum di Indonesia ini berawal saat Minah sedang memanen kedelai di lahan garapannya di Dusun Sidoarjo, Desa Darmakradenan, Kecamatan Ajibarang, Banyumas, Jawa Tengah, pada 2 Agustus lalu. Lahan garapan Minah ini juga dikelola oleh PT RSA untuk menanam kakao.
Ketika sedang asik memanen kedelai, mata tua Minah tertuju pada 3 buah kakao yang sudah ranum. Dari sekadar memandang, Minah kemudian memetiknya untuk disemai sebagai bibit di tanah garapannya. Setelah dipetik, 3 buah kakao itu tidak disembunyikan melainkan digeletakkan begitu saja di bawah pohon kakao.Dan tak lama berselang, lewat seorang mandor perkebunan kakao PT RSA. Mandor itu pun bertanya, siapa yang memetik buah kakao itu. Dengan polos, Minah mengaku hal itu perbuatannya. Minah pun diceramahi bahwa tindakan itu tidak boleh dilakukan karena sama saja mencuri.
Seminggu kemudian dia mendapat panggilan pemeriksaan dari polisi. Proses hukum terus berlanjut sampai akhirnya dia harus duduk sebagai seorang terdakwa kasus pencuri di Pengadilan Negeri (PN) Purwokerto.
*       Kasus Munir ( Pejuang HAM )
Munir Said Thalib (lahir di Malang, Jawa Timur, 8 Desember 1965 – meninggal di Jakarta jurusan ke Amsterdam, 7 September 2004 pada umur 38 tahun) adalah pria keturunan Arab yang juga seorang aktivis HAM Indonesia. Jabatan terakhirnya adalah Direktur Eksekutif Lembaga Pemantau Hak Asasi Manusia Indonesia Imparsial.
Saat menjabat Koordinator Kontras namanya melambung sebagai seorang pejuang bagi orang-orang hilang yang diculik pada masa itu. Ketika itu dia membela para aktivis yang menjadi korban penculikan Tim Mawar dari Kopassus. Setelah Soeharto jatuh, penculikan itu menjadi alasan pencopotan Danjen Kopassus Prabowo Subianto dan diadilinya para anggota tim Mawar.
Jenazah Munir dimakamkan di Taman Pemakaman Umum, Kota Batu.
Istri Munir, Suciwati, bersama aktivis HAM lainnya terus menuntut pemerintah agar mengungkap kasus pembunuhan ini.






*       Kasus Babeh Baekuni
Nama Bakeuni alias Babe, mendadak terkenal. Setelah ditangkap polisi, lelaki berusia 50 tahun itu diduga menjadi pelaku pembunuhan dan mutilasi anak-anak jalanan di Jakarta. Ada yang dibuang di Jakarta, sebagian “dikubur” di sawah milik keluarganya di tepi Kali Gluthak Desa Mranggen, Magelang, Jawa Tengah. Babe memang berasal dari desa itu.
Sebelum namanya terkenal karena kasus pembunuhan itu, nama Babe sebetulnya hanya dikenal di kalangan terbatas: Anak-anak jalanan dan beberapa penggiat anak-anak jalanan. Di mata anak-anak itu, yang sebagian kini beranjak dewasa, Babe adalah dewa penolong. Bukan saja dia menyediakan tempat menginap di kontrakannya di Gang Mesjid RT 06/02, Pulogadung, Jakarta Timur tapi Babe juga melindungi anak-anak itu. “Pernah suatu hari, teman saya bernama Diki, dipalak laki-laki bernama Gomgom. Laki-laki itu lebih tua dan lebih besar dibandingkan Diki.
*       Bom Bali II ( 1 Oktober 2005 )
Pengeboman Bali 2005 adalah sebuah seri pengeboman yang terjadi di Bali pada 1 Oktober 2005. Terjadi tiga pengeboman, satu di Kuta dan dua di Jimbaran dengan sedikitnya 23 orang tewas dan 196 lainnya luka-luka.
Pada acara konferensi pers, presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengemukakan telah mendapat peringatan mulai bulan Juli 2005 akan adanya serangan terorisme di Indonesia. Namun aparat mungkin menjadi lalai karena pengawasan adanya kenaikan harga BBM, sehingga menjadi peka.
*      Kasus Sumiati
Kisah tragis tenaga kerja Indonesia (TKI) terulang lagi di Arab Saudi. Kali ini yang menjadi korban adalah Sumiati. Sang majikan di Madinah, Arab Saudi, tega memotong bibir Sumiati.
Pemerintah Indonesia mengutuk aksi potong bibir yang menimpa Sumiatii. "Pemerintah Indonesia mengutuk penganiayaan terhadap Sumiati," kata Juru Bicara K ementerian Luar Negeri 
Michael Tene dalam jumpa pers di kantor Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Senin (15/11).
*      Kasus gaji TKI tidak di bayar
Sekitar 85 persen dari kasus yang menimpa tenaga kerja Indonesia (TKI) di Arab Saudi, adalah kasus gajinya tidak dibayar majikan. Sekitar 15 persen lainnya adalah kasus penganiayaan, kecelakaan dan kabur dari majikan, karena berbagai hal.
*      Karyawan 2 bulan tak di gaji
SUMBER, (PRLM).- Puluhan karyawan tempat hiburan, termasuk para pemandu lagu (PL) di hotel Tiga Intan, Kec. Pangenan, Kab. Cirebon mendatangi Kepolisian Resort (Polres) Cirebon, Senin (28/6) siang, setelah selama dua bulan mereka tidak menerima gaji.Data yang dihimpun menyebutkan, kehadiran karyawan ke lembaga kepolisian tersebut terkait adanya dugaan penggelapan uang hak karyawan yang dilakukan oleh oknum manager hotel tersebut sehingga karyawan tidak menerima gaji selama dua bulan berturut-turut.







*      Kasus penyiksaan anak di bawah umur
Menurut keterangan enam anak itu, ada indikasi pelanggaran disiplin dan etika profesi oleh oknum polisi yang melakukannya penganiayaan terhadap mereka, sehingga kami perlu menyidik kebenarannya," ujar Kapoldasu Irjen Pol Oegroseno, ditemui Waspada usai berkunjung di LP Pulausimardan Kota Tanjungbalai, Kamis 
*      Pembuangan bayi
Aparat Kepolisian Sektor (Polsek) Sukolilo kini melakukan penyelidikan terhadap kasus pembuangan bayi laki-laki di kompleks Perumahan Dosen Untag kawasan Jalan Semolowaru, Jumat malam. Kanitreskrim Polsek Sukolilo Iptu Sunadji di Surabaya, Jumat, mengatakan, pihaknya saat ini masih meminta keterangan saksi-saksi, di antaranya warga yang pertama sekali menemukan bayi tersebut dan beberapa orang lainnya. "Masih kami periksa di kantor polisi. Dari keterangan saksi, kami mencoba mengungkap kasus pembuangan bayi ini," ujarnya kepada wartawan ketika ditemui di Mapolsek tersebut. Selain memeriksa saksi, polisi juga menunggu hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengungkap kasus ini. Tim identifikasi Polrestabes Surabaya sudah melakukan olah TKP di lokasi. "Masih menunggu hasil olah TKP serta otopsi di RSU dr. Soetomo. Dari sana, baru bisa diketahui hasilnya, bagaimana awal korban dibunuh," tutur mantan Wakapolsek Simokerto tersebut.
Bayi bernasib malang itu ditemukan warga Perumahan Dosen Untag Blok A, Surabaya. Pertama sekali, bayi ditemukan oleh Luky (21), seorang montir yang juga salah satu penghuni kontrakan.
Ia mengaku kaget dengan suara kardus jatuh. Karena penasaran, ia keluar rumah dan melihat benda asing tersebut. "Saya curiga, kok baunya menyengat. Ternyata saya melihat bayi itu dibungkus spon bantal yang sudah kusam," ucapnya.

*      Penggusurun rumah purnawirawan
Penggusuran Komplek Kostrad Tanah Kusir, Jakarta Selatan pada pertengahan tahun lalu, banyak warga yang menolak penggusuran komplek tersebut, mereka tidak rela rumah yang sudah ditempati berpuluh-puluh tahun digusur. Banyak warga yang protes sehingga mereka mengambil langkah hukum, gugatan yang diajukan warga pada 3 Juli lalu. Mereka meminta aparat tak melakukan penggusuran sebelum ada keputusan pengadilan yang. Sidang perdana kasus itu dijadwalkan pada 11 Agustus. Sebelumnya, 30 rumah sudah dieksekusi. Setelah kasus komplek tersebut, muncul lagi penggusuran di Komplek Perumahan Berlan, Jl. Otto Iskandardinata, Matraman, Jakarta Pusat. Kemudian warga Perumahan Eks Batalyon Angkutan Kuda Beban Jalan Cililitan Besar, Kramat Jati, Jakarta Timur juga bersiaga untuk menghadapi penggusuran. Tetapi Wakil Ketua Komisi Pertahanan Dewan Perwakilan Rakyat akan menghentikan penggusuran rumah purnawirawan TNI, khususnya penggusuran di Perumahan Eks Batalyon Angkutan Kuda Beban Jalan Cililitan Besar, Kramat Jati, Jakarta Timur. Saya juga anak Purnawirawan ABRI yang bertempat tinggal di Komplek Zeni AD Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Tidak menutup kemungkinan tempat saya tinggal juga akan mengalami penggusuran. Semoga saja tidak. Purnawirawan ABRI seperti bapak saya berjuang sekali untuk negara ini sampai rela meninggalkan anak istrinya berjuang ke luar kota bahkan ke luar negeri dalam waktu yang relatif lama. Sampai-sampai saya dan kakak-kakak saya tidak mengenal dekat sosok bapak pada saat kecil. Tetapi setelah tua sangat tidak diperhatikan kesejahteraannya, bahkan menempati rumah yang sederhana sekali saja terancam untuk digusur. Dimana hati nurani pejabat-pejabat itu.









*      Penggusuran pasar barito
Penggusuran Pasar Barito pada Jumat ini dimulai sejak pukul 06.00 WIB. Meski para pedagang menolak, toh penggusuran tetap terjadi. Sekuntum mawar merah pun tak ada artinya.
Saat penggusuran berlangsung, seorang ibu berusaha menghentikan kegiatan itu dengan memberikan sekuntum mawar merah kepada Satpol PP yang berjaga. Mawar tersebut diserahkan dengan uraian air mata.
Namun bunga itu tak sanggup meluluhkan hati Satpol PP. Dengan berhelm dan tameng di tangan, petugas Satpol PP itu pun cuek dengan aksi si ibu di Pasar Barito, Jakarta Selatan, Jumat (18/1/2008).
Sekitar 100 pemilik kios di pasar tersebut menggelar aksi menyusul penggusuran itersebut. Sejumlah bendera merah putih turut dibawa dalam demonstasi. Mereka kompak mengenakan kaos putih bertuliskan 'Gubernurku yang baik, jangan gusur kami.'
Bahkan ada seorang pemuda berusia sekitar 30 tahun yang menangis histeris melihat kiosnya rata dengan tanah. Pemuda tersebut berbaring di tengah Jalan Barito sambil sesenggukan.

Saat penggusuran dimulai, sempat terjadi aksi saling dorong antara pedagang dengan Satpol PP. Namun banyaknya petugas keamanan yang berjaga, aksi para pedagang pun seketika dapat diredam.
Alhasil, para pedagang itu hanya bisa duduk di tepi jalan sambil menatap sedih pada kiosnya yang telah 'diamuk' kendaraan keruk.
*      Penjajahan di Indonesia
Zaman Jepang
Masa penjajahan Jepang di Indonesia dimulai pada tahun 1942 dan berakhir pada tanggal 17 Agustus 1945 seiring dengan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia oleh Soekarno dan M. Hatta atas nama bangsa Indonesia.
Pada Mei 1940, awal Perang Dunia II, Belanda diduduki oleh Nazi Jerman. Hindia-Belanda mengumumkan keadaan siaga dan di Juli mengalihkan ekspor untuk Jepang ke AS dan Britania. Negosiasi dengan Jepang yang bertujuan untuk mengamankan persediaan bahan bakar pesawat gagal di Juni 1941, dan Jepang memulai penaklukan Asia Tenggara di bulan Desember tahun itu. Di bulan yang sama, faksi dari Sumatra menerima bantuan Jepang untuk mengadakan revolusi terhadap pemerintahan Belanda. Pasukan Belanda yang terakhir dikalahkan Jepang pada Maret 1942.
Pada Juli 1942, Soekarno menerima tawaran Jepang untuk mengadakan kampanye publik dan membentuk pemerintahan yang juga dapat memberikan jawaban terhadap kebutuhan militer Jepang. Soekarno, Mohammad Hatta, dan para Kyai didekorasi oleh Kaisar Jepang pada tahun 1943. Tetapi, pengalaman dari penguasaan Jepang di Indonesia sangat bervariasi, tergantung di mana seseorang hidup dan status sosial orang tersebut. Bagi yang tinggal di daerah yang dianggap penting dalam peperangan, mereka mengalami siksaan, terlibat perbudakan seks, penahanan sembarang dan hukuman mati, dan kejahatan perang lainnya. Orang Belanda dan campuran Indonesia-Belanda merupakan target sasaran dalam penguasaan Jepang




v  PELANGGARAN HAM DI DUNIA INTERNASIONAL
*      Genosida Armenia
Genosida Armenia (bahasa Armenia Հայոց Ցեղասպանութիւն Hayoc' c'ejaspanut'iwn; bahasa Turki Ermeni Soykırımı) merujuk kepada sebuah peristiwa sekitar Perang Dunia I (dari tahun 1915 - 1917) ketika menurut laporan beberapa pihak banyak orang Armenia dibantai oleh tentara Kerajaan Ottoman Turki.[1] Turki sampai sekarang masih menyangkal adanya pembantaian atau genosida. Namun mereka mengakui bahwa memang terjadi kematian secara besar-besaran yang terjadi karena peperangan dan hal-hal yang bersangkutan seperti wabah penyakit dan kelaparan. Namun hal ini tidak terjadi secara sistematis.[2] Namun sebagian besar ilmuwan dari negara Barat dan Rusia menyat akan bahwa sebuah genosida pernah terjadi dan hal ini dilaksanakan secara sistematis oleh kaum Turki Muda. Sampai saat ini ada 22 negara yang mengakui adanya genosida ini
*      Kekejaman di Bangladesh
Kekejaman Bangladesh 1971 merujuk pada pembunuhan banyak orang di Bangladesh dan perlakuan tidak adil yang dilakukan oleh Tentara Pakistan selama Perang Kemerdekaan Bangladesh tahun 1971. Bangladesh menyebutnya genosida, tetapi, Fundamentalis Islam yang menguasai Pakistan tertawa d an menyebutnya "Kebohongan Bengal".[1][2] Pemerintah Bangladesh dan beberapa organisasi indenpenden menyatakan bahwa antara 1 sampai 3 juta jiwa dibunuh dan 10 juta lainnya mengungsi ke India.
*      Perang bar kokhba                                                                              Perang Bar Kokhba (132-135 M) melawan Kekaisaran Romawi, yang juga dikenal sebagai Perang Yahudi-Romawi Kedua atauPemberontak an Kedua Yahudi (dari tiga Perang Yahudi-Romawi), adalah pemberontakan besar kedua oleh orang-orang Yahudi dariIudaea. Sumber-sumber lain menyebutnya Revolusi Ketiga, karena dihitung pula kerusuhan-kerusuhan 115-117, Perang Kitos, yang ditindas oleh Jenderal Quintus Lucius Quietus yang memerintah provinsi ini pada waktu itu.
*      Konflik Mesir dan Hosni Mubarak
Massa pro Mubarak itu muncul setelah Presiden yang telah berkuasa hampir tiga dekade itu menolak mundur. Dalam pidatonya, Mubarak akan meletakkan jabatan pada September mendatang, atau bertepatan saat Pemilu. Dia berjanji, tak akan ikut lagi dalam bursa calon presiden. Bentrokan dua kubu pro dan kontra berlangsung brutal. Massa antipemerintah yang bermodal kayu dan batu, berhadapan dengan massa pro-Mubarak yang diduga bersenjata lebih mematikan. Massa pro-Mubarak bahkan membawa kuda dan unta. Ada pula yang melempari bom molotov, dan blok beton. Ribuan pendukung Mubarak juga mempersenjatai diri dengan tongkat dan pisau saat memasuki alun-alun. Situs berita Sidney Morning Herald menyebut adanya  letusan senjata api di tengah bentrokan. Tiga orang tewas sebelumnya diduga kuat meninggal karena peluru tajam. Kini, korban tewas terus bertambah. Enam orang dilaporkan meninggal, dan sekitar 1.500 orang dilaporkan luka-luka. Menteri Kesehatan Mesir Ahmed Samih Farid menyebut korban tewas lima orang. “Sebanyak 836 dibawa ke rumah sakit, dan 86 di antaranya menjalani rapat inap,” kata Ahmed seperti dilansir Telegraph.co.id, Kamis 3 Februari 2011. Banyak yang menduga massa pro-Mubarak adalah aparat keamanan berbaju preman. Informasi mengejutkan ini dilansir situs berita Al Jazeera. Dari kartu identitas yang disita masa antipemerintah dari massa pro Mubarak, diketahui kartu itu adalah tanda keanggotaan dari kepolisian setempat.
*   Konflik palestina dan Israel                                                                                              
Konflik Israel-Palestina, bagian dari konflik Arab-Israel yang lebih luas, adalah konflik yang berlanjut antara bangsa Israel dan bangsa Palestina. Konflik Israel-Palestina ini bukanlah sebuah konflik dua sisi yang sederh ana, seolah-olah seluruh bangsa Israel (atau bahkan seluruh orang Yahudi yang berkebangsaan Israel) memiliki satu pandangan yang sama, sementara seluruh bangsa Palestina memiliki pandangan yang sebaliknya. Di kedua komunitas terdapat orang-orang dan kelompok-kelompok yang menganjurkan penyingkiran teritorial total dari komunitas yang lainnya, sebagian menganjurkan solusi dua negara, dan sebagian lagi menganjurkan solusi dua bangsa dengan satu negara sekular yang mencakup wilayah Israel masa kini, Jalur Gaza, Tepi Barat, danYerusalem Timur.

*   Invasi india belanda
Penyerbuan ke Hindia Belanda diawali dengan serangan Jepang ke Labuan, Brunei, Singapura, Semenanjung Malaya, Palembang,Tarakan dan Balikpapan yang merupakan daerah-daerah sumber minyak. Jepang sengaja mengambil taktik tersebut sebagai taktik guritayang bertujuan mengisolasi kekuatan Hindia Belanda dan Sekutunya yang tergabung dalam front ABDA (America (Amerika Serikat), British (Inggris), Dutch (Belanda), Australia) yang berkedudukan di Bandung. Serangan-serangan itu mengakibatkan kehancuran pada armada laut ABDA khususnya Australia dan Belanda.
*   Mesir dan Somaliland
Pertempuran di Afrika Utara bermula pada 1940, ketika sejumlah kecil pasukan Inggris di Mesir memukul balik serangan pasukan Italia dariLibya yang bertujuan untuk merebut Mesir terutama Terusan Suez yang vital. Tentara Inggris, India, dan Australia melancarkan serangan balik dengan sandi Operasi Kompas (Operation Compass), yang terhenti pada 1941 ketika sebagian besar pasukan Persemakmuran(Commonwealth) dipindahkan ke Yunani untuk mempertahankannya dari serangan Jerman. Tetapi pasukan Jerman yang belakangan dikenal sebagai Korps Afrika di bawah pimpinan Erwin Rommel mendarat di Libya, melanjutkan serangan terhadap Mesir

*   Suriah, Lebanon, Korps Afrika merebut Tobruk

Pada Juni 1941 Angkatan Darat Australia dan pasukan Sekutu menginvasi Suriah dan Lebanon, merebut Damaskus pada 17 Juni. Di Irak, terjadi penggulingan kekuasaan atas pemerintah yang pro-Inggris oleh kelompok Rashid Ali yang pro-Nazi. Pemberontakan didukung oleh Mufti Besar Yerusalem, Haji Amin al-Husseini. Oleh karena merasa garis belakangnya terancam, Inggris mendatangkan bala bantuan dari India dan menduduki Irak. Pemerintahan pro-Inggris kembali berkuasa, sementara Rashid Ali dan Mufti Besar Yerusalem melarikan diri ke Iran. Namun kemudian Inggris dan Uni Soviet menduduki Iran serta menggulingkan shah Iran yang pro-Jerman. Kedua tokoh Arab yang pro-Nazi di atas kemudian melarikan diri ke Eropa melalui Turki, di mana mereka kemudian bekerja sama dengan Hitler untuk menyingkirkan orang Inggris dan orang Yahudi. Korps Afrika dibawah Rommel melangkah maju dengan cepat ke arah timur, merebut kota pelabuhan Tobruk. Pasukan Australia dan Inggris di kota tersebut berhasil bertahan hingga serangan Axis berhasil merebut kota tersebut dan memaksa Divisi Ke-8 (Eighth Army) mundur ke garis di El Alamein.
         





*   Pemerintah Jepang Langgar Hak Asasi Manusia dalam kasus Aktivis Anti           Pemburuan Paus Greenpeace

Komisi Hak Asasi Manusia PBB (UNHRC) telah menyatakan bahwa Pemerintah Jepang melakukan pelanggaran berbagai hak asasi manusia yang telah disepakati secara internasional dengan melakukan penahanan terhadap dua aktivis Greenpeace yang berhasil mengungkap kasus korupsi besar dalam program pengelolaan paus Jepang. Junichi Sato dan Toru Suzuki, atau kerap disebut "Tokyo Two", akan menjalani persidangan pada 15 Februari 2010 mendatang, dan pada Desember lalu Komisi Kerja untuk Penahanan Semena-mena UNHRC menginformasikan kepada Pemerintah Jepang bahwa mereka telah melanggar HAM kedua orang itu.

*   Pembunuhan warga amerika
Todd Bachman, seorang turis Amerika telah diserang dan dibunuh di Drum Tower di wilayah Timur kota Beijing. Media resmi PKC menyatakan bahwa pelaku adalah Tang Yongming asal Zhejiang Hangzhou. Namun informan Beijing, dari penyelidikan saksi mata, menemukan bahwa pembunuh sebenarnya adalah orang lain yang identitasnya tidak diketahui jelas.

*   Hukuman Mati Semakin Sering Dilaksanakan di Mesir

KAIRO (Pengadilan Mesir telah melaksanakan hukuman mati dengan "frekuensi mengkhawatirkan", sebagai upaya negara membendung tingkat kejahatan yang semakin meningkat.
Lebih dari 269 orang telah dikenai hukuman mati pada tahun 2009, naik dari 86 orang ditahun sebelumnya. Kelompok hak asasi manusia mengatakan pengadilan tampaknya bertindak di bawah tekanan pemerintah untuk mengirim pesan yang kuat kepada publik.
"Kami tidak melihat hal seperti ini selama lebih dari 200 tahun," kata Nasser Amin, direktur Pusat Kairo untuk Independensi Peradilan dan Hukum Profesi yang berbasis di Arab. "Angka-angka yang memprihatinkan, dalam satu kasus tahun lalu 24 orang dijatuhi hukuman gantung, dan hakim lain menjatuhkan 10 hukuman mati.."
*   Kasus Penyiksaan Tahanan CIA
Menyusul tekanan terhadap Dinas Rahasia AS (CIA) untuk segera menyerahkan dokumen soal penyiksaan terhadap para tahanan dan tersangka pelaku teror, terkuak sisi baru dari kasus penyiksaan oleh para agen CIA itu. Dalam dokumen itu tercantum perincian berbagai aksi penyiksaan fisik dan mental terhadap para tahanan dan tersangka pelaku teror. Bersamaan dengan terkuaknya sisi baru dari kasus penyiksaan tersebut, Lembaga Dokter Hak Asasi Manusia dalam laporannya menyatakan, para dokter dan psikiater CIA selain terlibat aksi penyiksaan tersebut, juga melakukan berbagai ujicoba ilegal terhadap para tahanan dan tersangka teroris. Lembaga tersebut memublikasikan temuannya ini berlandaskan pada laporan Jaksa Agung AS pada tahun 2004.
Jaksa Agung AS, Eric Holder, beberapa waktu lalu menunjuk John Durham, sebagai jaksa khusus untuk menangani kasus penyiksaan terhadap para tahanan oleh para agen CIA. Durham dipilih untuk menyelesaikan masalah ini tujuh bulan setelah Barack Obama masuk ke Gedung Putih. Para pendukung hak-hak sipil di Amerika berharap Obama bertindak lebih cepat dan serius untuk menindak para pelaku penyiksaan tersebut. Masalah ini termasuk salah satu di antara janji-janji Obama pada masa kampanyenya. Sehari setelah masa tugasnya di Gedung Putih, Obama menginstruksikan penutupan penjara Guantanamo hingga Januari tahun 2010.
Keputusan presiden dari kubu Demokrat ini menghembuskan harapan bagi penindaklanjutan berbagai pelanggaran undang-undang dan hak asasi manusia pada era pemerintahan Bush. Namun harapan tersebut cepat sekali berubah menjadi keputusasaan. Karena dalam kunjungannya ke markas besar CIA di Langley, negara bagian Virginia, Obama meyakinkan bahwa para direktur lembaga ini tidak akan diseret ke pengadilan karena kasus penyiksaan terhadap para tahanan. Saat itu Obama mengatakan, "Kini adalah masa pemikiran bukan balas dendam, karena menyisakan waktu dan energi untuk perkara masa lalu tidak akan menghasilkan apapun."
Pernyataan dan sikap Obama yang kontradiktif dalam menindak instuktor dan pelaksana aksi penyiksaan terhadap para tahanan di era pemerintahan Bush menunjukkan bahwa Presiden Amerika ini tidak serius dalam menindaklanjuti masalah ini. Dengan hanya melontarkan kecaman atas aksi penyiksaan tersebut namun di sisi lain membiarkan para instruktor dan pelakunya bebas dari jeratan hukum, Obama tengah mengacu pada dua tujuan. Pertama memperbaiki citra pemerintah AS di kancah internasional yang telah tercabik-cabik pada pemerintahan Bush. Kedua adalah demi mengakhiri kasus sangat memalukan bagi AS ini yang mengklaim sebagai pembela hak asasi manusia di dunia. Sebelum masalah penyiksaan para tahanan ini mengemuka, AS juga memiliki rapor hitam dalam melanggar hak asasi manusia. Termasuk di antaranya adalah dukungan terhadap para diktator di Amerika Latin, Asia, dan Timur Tengah.
*   Pemenjaraan 600 warga asing  di kuba
“Lebih dari 600 warga negara asing ditahan tanpa tuduhan yang jelas atau proses hukum, di penjara Guantanamo, Kuba. Mereka tidak diberi akses ke keluarga atau ke penasehat hukum. Orang-orang ini ditahan atas dugaan terkait dengan Al-Qaeda. Selain di Guantanamo, diduga AS menahan sejumlah tawanannya di beberapa lokasi yang tidak diketahui,” papar laporan tersebut.

         















1 komentar:

  1. saya mahasiswa dari Universitas Islam Indonesia
    Artikel yang sangat menarik ..
    terimakasih ya infonya :)

    BalasHapus

SILAHKAN TULIS KOMENTAR ANDA, KOMENTAR ANDA BERHARGA BAGI SAYA